Kuliner Khas Cirebon: Mulai Nasi Jamblang hingga Mie Koclok

By Mur - December 17, 2018


Jumpa bahagia di zona Mur.

Pergi ke Cirebon pada September 2018, saya, ibu saya dan teman ibu saya yang berdomisili di Cirebon berangkat secara dadakan menggunakan mobil. Kondisi pada saat itu sore menjelang malam, jadi walau sedikit mengantuk dalam menyetir mobil, alhamdulillah masih bisa fokus dengan ditemani dengan lagu-lagu pop melalui aplikasi spotify. Perjalanan dari Jakarta menuju Cirebon dapat ditempuh selama kurang lebih 4 jam, bila tidak macet. Walau terdengar lebih dekat apabila dibandingkan ke Bandar Lampung, tapi entah mengapa perjalanan lebih terasa pada saat pergi ke Cirebon. 

Sampai pukul 9 malam, setelah membenah diri, akhirnya dapat tidur dengan pulas. Siapa sangka, esok harinya saya masih bisa bangun jam 4 pagi, untuk siap-siap salat subuh. Pagi harinya, kami diajak oleh teman ibu saya untuk santap kuliner khas Cirebon.

Lokasi: Foodcourt Lantai 3 - Yogya Kartini Cherbon Junction (Cirebon, Indonesia)

1. Nasi Jamblang


Foto: Nasi Jamblang

Sejarahnya, Nasi Jamblang adalah makanan khas Cirebon yang pada awalnya diperuntukan bagi para pekerja paksa pada zaman Belanda yang sedang membangun jalan raya Daendels dari Anyer ke Panarukan yang melewati wilayah Kabupaten Cirebon. Nasi Jamblang saat itu dibungkus dengan daun jati, mengingat bila dibungkus dengan daun pisang kurang tahan lama sedangkan jika dengan daun jati bisa tahan lama dan tetap terasa pulen. Hal ini karena daun jati memiliki pori-pori yang membantu nasi tetap terjaga kualitasnya meskipun disimpan dalam waktu yang lama. Walaupun menunya sangat beraneka ragam, namun harga makanan ini relatif sangat murah (Wikipedia).

Awalnya saya berpikir, "ini bukannya nasi kucing?" pada saat melihat prasmanan yang berisikan semur tahu dan daging, tempe goreng, perkedel jagung, sambal, dan lain sebagainya yang melintang di kedai Nasi Jamblang Mang Dul ini. Lalu setelah melihat alas yang digunakan adalah daun jati, saya berhenti berpikir bahwa makanan ini adalah sama dengan nasi kucing. Aroma daun jati yang khas membuat nasi jamblang ini terasa pulen dan wangi.

Tidak banyak mengambil lauk, menu yang saya pilih hanya nasi dibungkus daun jati yang diambil dari gentong tanah liat, sayur tahu, daging, perkedel jagung dan sambal. Setelah mencicip, rasa gurih yang berasal dari kuah daging dan kuah sayur tahu yang segar berpadu menjadi satu. Dipadukan lagi dengan sambal yang cukup pedas, membuat rasanya semakin berpadu. Perkedel jagung yang hanya saya ambil satu ternyata sangatlah enak, membuat saya sedikit menyesal mengapa hanya mengambil satu. Harganya cukup terjangkau, mulai dari Rp4000, sudah bisa menyantap Nasi Jamblang khas Cirebon ini.


2. Mie Koclok



Foto: Mie Koclok, Es Doger dan Mie Dokdok

Sepintas, mi ini mirip dengan mie kocok yang berasal dari Bandung. Atau mie celor yang berasal dari Palembang. Namun bila diperhatikan dengan seksama, mi ini memiliki kuah yang sangat putih, karena terbuat dari santan. Komposisi mi ini terdiri dari mie kuning, toge, irisan kol, lalu disiram dengan kuah kental yang berasal dari santan dan berwarna putih. Di atasnya kemudian ditaburkan sedikit merica bubuk, ditambahkan irisan telur rebus, daging ayam suir, irisan daun bawang, serta bawang goreng. Pelengkapnya, terdapat sambal yang tidak begitu pedas dalam piringan kecil. Rasanya sangat enak, mengingatkan saya dengan mie celor khas Palembang. Kuahnya terasa gurih, dengan asin yang pas. Tekstur mie nya sangat lembut, cocok sekali disantap selagi panas. Harganya lumayan terjangkau, yaitu Rp20.000 per porsi. Satu porsi ini cukup mengenyangkan. Namun sebaiknya hindari konsumsi berlebihan oleh penderita hipertensi, mengingat santannya yang cukup pekat. 

3. Mie Dokdok
Untuk rasa mie dokdok nya sama seperti pada umumnya. Mungkin karena sering ditemui di Jakarta, jadi tidak berasa istimewa lagi. Kuah mie dokdok nya sangat pekat dan gurih, ditemani irisan cabai dan kuah kaldu khas mie dokdok.

4. Es Doger
Sedangkan es dogernya sangat segar dan manis. Sayang, pada saat saya membeli hidangan yang ini esnya sudah mulai mencair. Namun rasanya cukup enak dan menyegarkan. Cocok sebagai hidangan penutup.


Foto: Mie Koclok, Es Doger dan Mie Dokdok

Bila diberikan kesempatan untuk mampir ke Cirebon lagi, saya ingin sekali wisata kuliner, terutama makanan-makanan yang belum saya coba seperti Docang, Nasi Lengko, Sate Kalong (katanya sih disebut kalong karena dijualnya malam-malam), dan Sate Kentang. Saya sudah pernah mencoba Empal Gentong, sampai-sampai kalau ibu saya ke Cirebon, selalu membawa bumbu khasnya.

Terima kasih sudah berkunjung di zona Mur.

-Murenzonio- 

  • Share:

You Might Also Like

10 comments

  1. Wah enak itu kayaknya mie kocloknya... 😀😀

    ReplyDelete
  2. Sampai sekarang pun saya masih penasaran sama yang namanya mie kocok. Hehe.

    Salam Kenal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau mie kocok ada beragam jenisnya, tergantung darimana asalnya. Seperti dari Bandung (kuahnya bening dan disuguhkan dengan toge, kikil, bakso, dsb) atau dari Aceh (mirip seperti mie aceh). Kalau dari Cirebon disebut mie koclok, rasanya sangat berbeda dari mie kocok bandung maupun aceh.

      Salam kenal juga :)

      Delete
  3. walaupun deket dengan Cirebon, saya sama sekali belum pernah makan nasi jamblang mbak :D soalnya kalo makan nasi jamblang tuh berasa kaya jadi turis padahal saya orang lokal setempat wkwkwk

    tapi kalo mi koclok sih udah sering :D enaknya dimakan pas panas-panas soalnya kalo makan mi koclok udah dingin tuh jadinya aneh kaya makan bubur gitu hihi

    Next time ke Cirebon, cobain nasi lengko H. Barno ya mbak... nasi lengko sama sate kambingnya adalah sebwah kenikmatan yang harus dicoba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah masa sih jadi berasa turis? Harusnya jadi merasa lokal dong ya makannya makanan khas situ 😀

      Nah kalau di sini, makanan yang enak itu pasti ada nama pemiliknya ya... seafood H. Moel, nasi jamblang Mang Doel, mie koclok H. Edi, yang ini nasi lengko H. Barno :D siap mba, terima kasih infonya

      Delete
  4. Duh aku jadi kangen nasi jamblang. Biasanya aq beli d nasi jamblang depan grage mall duli sm bapak ibuku..abis itu beli balakutak dibungkus.
    Nasi jamblang haris lestari. Makan diatas daun jati langsung udah jarang skg hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sempet diajakin ke grage mall, tapi belum sempat waktunya. Iya, daun jatinya ini yang buat legit.

      Balakutak itu yang cumi hitam itu kan ya?

      Delete
    2. Iya mbak, balakutak itu yg cumi hitam, khas rasanya kalo yg asli,
      yg masih ada dan paling enak itu nasi jamblang bang doel
      itu yg didepan grage mall mbak

      Delete
    3. Saya juga belinya di gerai Nasi Jamblang Mang Doel, tapi yang di Yogya Kartini. Ini Doel nya sama atau beda ya?

      Kayaknya kalau mampir ke Cirebon lagi memang harus main ke Grage Mall nih biar ngga penasaran hehe

      Delete

Thank you for visiting my blog! Your comment would definitely help this site to get better :) To make things easier, please consider:
1. Every comment that contains spam, bot, racism, hate speech, and advertisement will be deleted.
2. Active link will be deleted. As suggestion, use your Google/Blogger account and I will visit your web page back.